Padang, Padek—Sektor pembangunan masih menjadi fokus
anggaran Pemprov Sumbar jelang akhir tahun yang tinggal tiga bulan
lagi. Ini terlihat dengan ditambahnya anggaran sektor pekerjaan umum
sebesar Rp 22,647 miliar. Jumlah ini meningkat 39,52 persen dari
anggaran sebelumnya Rp 595,307 miliar. Totalnya menjadi Rp 617,954
miliar.
Penambahan anggaran itu untuk membayar kontrak tahun jamak pada
Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman (Prasjaltarkim) dan
Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). “Karena kontrak tahun jamak berakhir
2014, alokasi anggaran pada APBD-P 2013 hanya bersifat pembayaran
sesuai kondisi fisik di lapangan,” ujar Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
dalam rapat paripurna penyampaian nota jawaban Gubernur Sumbar atas
pemandangan umum Fraksi DPRD Sumbar terhadap Ranperda APBD-P 2013 di
DPRD Sumbar, kemarin.
Pemprov juga telah menyiapkan anggaran Rp 16,866 miliar untuk
perencanaan pembangunan yang semula dipatok Rp 16,498 miliar atau
bertambah Rp 367,976 juta alias meningkat 1,08 persen.
Sementara untuk sektor perumahan memang terpinggirkan,
setelah anggarannya dikurangi Rp 4,820 miliar. Jumlah ini turun Rp
1,03 miliar dari sebelumnya Rp 20,929 miliar, sehingga menjadi Rp
16,109 miliar.
Ini disebabkan sisa tender pada kegiatan teknis, sosialisasi,
fasilitasi dan stimulasi perbaikan rumah tidak layak huni bagi
masyarakat miskin sebesar Rp 1,360 miliar.
Adapun kegiatan yang batal karena bukan kewenangan senilai Rp 3,459
miliar pada kegiatan koordinasi, fasilitasi dan stimulasi program
penurunan kemiskinan melalui bidang ke-PU-an. Namun, itu dinilai tidak
berpengaruh pada pencapaian target kinerja program dan kegiatan SKPD.
Sedangkan untuk penataan ruang yang sebelumnya dianggarkan Rp 3,779
miliar, berkurang Rp 234,587 juta atau turun 0,23 persen dari anggaran
sebelumnya Rp 3,544 miliar.
“Ini dikarenakan adanya sisa tender pada kegiatan penyusunan RTR dan
zoning regulation daerah perbatasan dan kegiatan penyusunan rencana induk ruang terbuka hijau,” tambah Gubernur.
Demikian juga dengan perpustakaan yang semula dianggarkan Rp 2,787
miliar, turun 0,17 persen menjadi Rp 2,585 miliar. Sementara untuk
pertanian, kehutanan, energi dan sumber daya mineral, pariwisata,
kelautan dan perikanan, perdagangan dan industri secara keseluruhan,
dianggarkan Rp 191,323 miliar. Jumlah ini menurun Rp 1,645 miliar
(12,24 persen).
Sementara pada sektor pendidikan yang semula Rp 67,361 miliar,
bertambah Rp 95,751 juta menjadi Rp 67,457 miliar (naik 4,31 persen).
Demikian juga untuk sektor kesehatan, yang semula Rp 234,574 miliar
bertambah Rp 21,346 miliar menjadi Rp 255,921 miliar (naik 16,37
persen).
Secara keseluruhan, kesepakatan TAPD dan DPRD Sumbar didapatkan
APBD-P 2013 sebesar Rp 3,4459 triliun. Terdiri anggaran pendapatan
daerah Rp 3,183 triliun dan anggaran penerimaan pembiayaan dari sisa
lebih perhitungan anggaran (silpa) Rp 272,750 miliar. Sedangkan di pos
belanja, dialokasikan Rp 3,333 triliun dan alokasi pengeluaran
pembiayaan Rp 126,541 miliar.
Harus Terserap dengan Baik
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Asli Chaidir yang memimpin sidang,
mengakui ada penyesuaian anggaran di berbagai sektor dalam APBD-P 2013,
hasil kesepakatan Banggar dan TAPD.
Kendati demikian, dia mengingatkan agar dana yang telah dianggarkan
tersebut dapat terserap dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat serta dalam mewujudkan percepatan pembangunan di segala
bidang.
“Jadi jangan sampai kita sudah susah payah menganggarkan, namun
tidak terserap dengan baik. Karena itu, masing-masing SKPD harus matang
menyusun kegiatan agar terealisasi hingga akhir tahun nanti. Semua
pengerjaan fisik harus segera ditender,” tegas politisi PAN itu.
(zul)
Padang Ekspres 11 September 2013