PADANG — Sumatra Barat kembali
meraih penghargaan tingkat nasional. Kali ini lewat bidang kelautan dan
perikanan, sebagai provinsi berprestasi dalam mendukung program
pengelolaan sumber daya laut, pesisir dan pulau-pulau kecil.
“Kita satu-satunya provinsi yang
mendapatkan penghargaan ini dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,
sedangkan tingkat kabupaten/kota diraih Cirebon,” kata Kepala Dinas
Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri kepada Singgalang, kemarin.
Penghargaan itu diserahkan Dirjen Kelautan dan Pesisir Pulau-pulau
Kecil, Sudirmat Saad di Bandung, Rabu (6/3). Keberhasilan Sumbar meraih
penghargaan ini tidak terlepas dari kepedulian dan upaya-upaya konkret
yang dilakukan terhadap kawasan pesisir.
Upaya itu tak hanya dalam bidang pengentasan kemiskinan masyarakat
pesisir, tapi juga perbaikan lingkungan masyarakat dan mitigasi bencana.
Dalam bidang ekonomi, sejak 2012, DKP
Sumbar bersama lintas sektoral telah melakukan Gerakan Pensejahteraan
Masyarakat Pesisir (Gepemp).
Pada 2012, Pemprov Sumbar menargetkan pengentasan kemiskinan 1.400 KK
pada 21 nagari yang terdapat di 18 kecamatan pada 7 kab/kota.
“Dari target, ternyata bisa terealisasi sampai 1.472 KK. Tahun ini, target sama de ngan tahun lalu,” sebutnya.
Adapun bantuan yang diberikan, yakni sarana prasarana penangkapan,
berupa fish box, gillnet, tramel net, mesin tempel, long tail.
Pada bidang Pengolahan dan Pemasaran hasil, juga membantu fish box, cool
box, etalase, spog roda tiga, alat pengering, depot es, lemari asap,
alat pendingin, dan freeze. Bidang Budidaya juga membantu jaring tancap.
“Secara total DKP membantu 1.630 unit,” jelasnya.
Sedangkan, Dinas Pertanian Sumbar membantu 20.000 bibit buah-buahan,
Dinas Peternakan, 99 ekor sapi, Dinas Perindag membantu dua paket alat
pengolahan, Dinas Nakertrans membantu 16 unit alat perbengkelan dan 16
unit mesin jahit, sedangkan Dinas Perkebunan memberikan pelatihan asap
cair untuk 30 orang peserta. “Untuk mempermudah nelayan, di Sumbar
terdapat lima unit Stasiun Pengisian Diesel Nelayan (SPDN), yang dua
diantaranya dibangun pada 2012 dari dana pusat. Juga ada dua unit Bank
Perkreditan Rakyat di Agam dan Pesisir Selatan,” jelasnya lagi.
Pada bidang konservasi, terdapat tujuh kawasan konservasi laut dan
pesisir di kab/kota dan telah ada SK dari Walikota dan Bupati. Luasnya
mencapai 445.957,78 hektare.
Untuk menjaga habitat ikan yang mulai langka juga terdapat lubuk larangan yang jum lahnya kini mencapai 867 buah.
Untuk menjaga lingkungan, juga telah dilakukan berbagai upaya, salah
satunya menanam pohon dan mangrove. Jumlah pohon pelindung pantai yang
telah ditanam DKP Sumbar mencapai 9.400 batang di Pesisir Selatan,
Padang Pariaman dan Agam.
Sedangkan, mangrove yang telah ditanam mencapai 47.500 batang di Pasbar,
Kota Pariaman dan Padang. “Mitigasi bencana kita juga sudah berperan
dengan memberikan pengajaran kepada anak sekolah melalui komik siaga
bencana,” urainya.
Tak sebatas itu, Pemprov Sumbar juga sudah membuat berbagai regulasi,
seperti Perda tentang Terumbu Karang, Perda Wilayah Pesisir, Perda
tentang Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. Ini sejalan
dengan UU No. 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
Pulau-pulau Kecil. “Tak hanya itu, dalam RTRW Sumbar juga sudah ada
tentang wilayah pesisir. Bahkan kab/kota sudah membuat zonasi dan ini
semua sesuai pro-gram nasional,” pungkasnya. (104)
Singgalang 11 Maret 2013